Blog

| Investment Startup

Startup Stage : Fase dan Tipe Pendanaan Startup

Published by Shelly


Sudahkah kamu tahu tahap dan tipe pendanaan startup?

Sebagai seorang founder atau yang baru bekerja di perusahaan startup, pasti tidak asing lagi dengan kata kata Inkubasi / Incubator, Akselerasi / Accelerator,  Seed Round, Series A, Angel Investor, Venture Capital, dll.  Namun, mungkin masih ada keraguan mengenai hal tersebut. Nah, untuk mengetahuinya, kamu perlu mengenali terlebih dahulu mengenai tahapan sebuah startup. Artikel ini akan menjelaskan mengenai tahap tahap dan tipe pendanaan startup yang sesuai dengan fasenya. Hal ini penting untuk kamu ketahui sebelum melakukan “Fundraising”.

  1. Idea Stage

Idea stage adalah fase dimana startup fokus dalam mencapai “problem and solution fit” untuk menentukan pembuatan Minimum Viable Product. Di tahap ini tidak membutuhkan biaya yang banyak karena dalam tahap ini founder akan banyak mengeluarkan investasi dalam bentuk waktu dan pikiran.

Pendanaan dalam tahap ide ini biasa dilakukan secara individu oleh founder atau yang disebut bootstrapping. Selain bootstrapping, tahap ide sebuah startup dapat di support dalam sebuah inkubasi startup (startup incubator) atau startup event yang memfasilitasi founder dalam mencapai problem and solution fit. Startup event untuk idea stage dan inkubator dapat membantu kamu dalam hal memberikan mentoring untuk pengetahuan mengenai bisnis startup, memvalidasi ide, memberikan akses ke komunitas, network ke partner bisnis, investor dan bantuan fasilitas dalam bekerja seperti ruang kerja, internet, dll. Masuk kedalam inkubator startup atau bergabung dalam event startup sangat direkomendasikan untuk kamu yang masih berada di Idea Stage agar dapat mempercepat dalam menentukan permasalah dan solusi yang tepat sehingga dapat melangkah ke tahap berikutnya yaitu Seed Stage.

Lihat artikel berikut : Guide to Build a Startup : Idea Stage

  1.  Seed stage

Seed Stage adalah fase dimana founder telah menentukan solusi untuk permasalahan yang sudah divalidasi (Validate Idea). Dalam tahap ini, startup sudah melewati “concepting stage” atau “problem and solution fit”. Selama menjalani fase seed stage, startup akan fokus dalam pembuatan dan pengembangan produk / MVP. Untuk mendapatkan sokongan dana agar dapat mendukung pengembangan ide dan produknya, biasanya founder melakukan pendekatan yang intensive kepada orang orang terdekat seperti keluarga, teman atau angel investor dalam bentuk convertible loan.

Lihat artikel berikut : What is Angel Investor?

  1. Early stage

Setelah memiliki MVP, maka startup masuk ke tahap yang disebut early stage. Startup di tahap ini telah memiliki sekelompok user untuk melakukan tes produk beta sebuah startup, sejalan dengan mencari marketing strategy, membuat channel penjualan atau business model. Pada tahap ini startup mulai mendapatkan penghasilan dari penjualan produknya dan untuk menyokong dana yang lebih, startup mulai mencari dana dari investor seperti Corporate Venture Capital (CVC) atau Venture Capital (VC) dengan bentuk pertukaran equity.

Untuk mempercepat tumbuhnya sebuah startup di tahap early stage, startup dapat bergabung dengan akselerasi startup seperti GnB Accelerator. Dengan bergabungnya startup dalam sebuah akselerasi, maka founder akan dibantu untuk memvalidasi produk, market, dan business modelnya. Selain itu, akselerasi startup GnB Accelerator juga memberikan investasi modal untuk membantu startup dalam pendanaan yang dapat digunakan di bidang marketing, human resource, teknologi, dll.

Lihat artikel berikut : Besides Giving Seed Investment, These Are 4 Ways Accelerator Program Can Help Your Business

  1. Growth Stage

Growth stage adalah fase transisi bagi sebuah startup. Startup dalam tahap ini harus berhasil bertransisi dari perusahaan yang memberikan penawaran terbaik untuk berkembang / scale up menjadi perusahaan yang dapat memberikan penawaran terbaik untuk membesarkan bisnis dengan cepat dan terprediksi.

Di tahap ini, startup telah membuktikan product market fit dan pr dari fase ini adalah startup membentuk dinamika penjualan yang terbukti akan mendukung pertumbuhan yang efisien, dan memposisikan orang orang yang tepat di team yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan perusahaan. Growth Stage ini adalah tahap startup dengan pendanaan Series A, permasalahan yang sering terjadi dalam fase ini adalah startup tidak tahu bagaimana untuk membesarkan / scale up bisnisnya.

Lihat artikel berikut : Cara Merekrut dan Membangun Tim Impian

  1. Late stage

Fokus dalam late stage ini adalah untuk pertumbuhan dan ekspansi, sehingga pendaaan yang dicari oleh startup adalah untuk mempercepat pertumbuhan dan ekspansi perusahaan. Biasanya investment untuk tahap ini masuk ke dalam series B, C, D, dan seterusnya, dimana startup sudah membangun skema pertumbuhan dan dapat membuktikan bahwa skema tersebut bekerja. Dalam tahap ini, founders dan team perekrutan telah membuktikan dalam membentuk team yang tepat untuk membawa bisnisnya bertumbuh. Team yang tepat adalah dimana team telah membuktikan dan membawa kuota penjualan yang lebih dengan cepat seiring dengan pencapaian akuisisi metrik dan user / customer engagement yang meningkat. Ketika startup telah memasuki fase ini, investor yang telah menanamkan modalnya ke perusahaan akan mulai mengharapkan likuiditas dari investmentnya.




© Copyright GnB Accelerator 2019